A.
Hakikat
Media Pembelajaran
Proses
pembelajaran merupakan proses komunikasi. Menurut Sanjaya,Wina (2006, 162)
mengemukakan bahwa dalam suatu proses komunikasi selalu melibatkan tiga
komponen pokok, yaitu komponen pengirim pesan (guru), komponen penerima pesan
(murid), dan komponen pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi pelajaran.
Kadang dalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi. Artinya, materi
pelajaran atau pesan yang disampaikan guru tidak dapat diterima oleh murid
dengan optimal, artinya tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan
baik oleh murid, lebih lagi murid sebagai penerima pesan salah menangkap isi
pesan yang disampaikan. Untuk menghindari semua itu, maka guru dapat menyusun
strategi pembelajran dengan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar.
1.
Definisi media
Kata Media berasal dari bahasa
latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah
berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan
dari pengirim ke penerima pesan. Asosiasi Pendidikan Nasional (National
Education Association/NEA) dalam (Sadirman,Arief S, dkk. 2008:7) memiliki
pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak
maupun audiovisual serta peralatannya. Apapun batasan yang diberikan, ada
persamaan diantara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima sehingga
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan, minat serta perhatian murid
sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
2.
Definisi Media pembelajaran
Media dalam proses pembelajaran cenderung
diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk
menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal. Dengan
istilah mediator, media berfungsi mengatur hubungan yang efektif antara siswa
dan isi pelajaran dalam pembelajaran. Dapat dikatakan pula setiap system
pembelajaran yang melakukan mediasi, mulai dari guru sampai peralatan canggih
dapat disebut sebagai media. Dengan demikian, media pembelajaran adalah alat
yang menyampai-kan atau menyalurkan pesan pembelajaran.
Inti dari pembelajaran
adalah proses komunikasi. Komponen komponen proses komunikasi dalam pembelajaran terdiri
atas (a) pesan berupa materi pelajaran, (b) sumber pesan, (c)
media, dan (d) penerima pesan yaitu siswa.
Kriteria
Media Pembelajaran
Gerlach menyebutkan bahwa media jika dipahami
dalam garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi
yang membuat siswa mampu meperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap (Arsyad
(2002).
Dalam hal ini, Muchadis
(1996:14) mengemukakan beberapa kriteria yang dapat dipakai untuk menentukan
keberhasilan suatu media pembelajaran.
Adapun kriteria keberhasilan
media terdiri atas :
1. tingkat ketertarikan,
2. keterpahaman,
3. kredibilitasnya,
4. tingkat identifikasi perilaku atau kejadian,
5. ketepatan pesan yang disampaikan,
6. daya penuh terhadap pemusatan perhatian,
7. tingkat kesesuaiannya dengan usia,
8. keefektifan pendekatannya,
9. keseimbangannya dengan kelompok masyarakat,
10. tingkat
penghargaan terhadap nilai-nilai,
11. tingkat
keakuratan isinya,
12. kontribusinya
terhadap kemampuan daya ingat,
13. efektif, dan
14. standar
teknis.
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain:
1.
Media yang dipilih hendaknya selaras dan
menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan
pembelajaran ini merupakan komponen yang utama yang harus diperhatikan dalam
memilih media. Dalam penetapan media harus jelas dan operasional, spesifik, dan
benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku (behavior).
2.
Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap
penting dalam memilih media. Sesuai atau tidaknya antara materi dengan media
yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa.
3.
Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar
menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan
kondisi anak. Faktor umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya, dan
lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media
pengajaran.
4.
Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan
bagi guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu
menjadi pertimbangan seorang guru. Seringkali suatu media dianggap tepat untuk
digunakan di kelas akan tetapi di sekolah tersebut tidak tersedia media atau
peralatan yang diperlukan, sedangkan untuk mendesain atau merancang suatu media
yang dikehendaki tersebut tidak mungkin dilakukan oleh guru.
5.
Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan
apa yang akan disampaikan kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil guna,
dengan kata lain tujuan ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
6.
Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan
media harus seimbang dengan hasil yang akan dicapai. Pemanfaatan media yang
sederhana mungkin lebih menguntungkan daripada menggunakan media yang canggih
(teknologi tinggi) bilamana hasil yang dicapai tidak sebanding dengan dana yang
dikeluarkan.
Imansjah Alipande (2000 : 153)
mengemukakan, “Alat bantu mengajar atau alat peraga adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan dalam mengajar agar pengajaran dapat berlangsung
efektif dan efisien.
B. Bentuk Klasifikasi Media Pembelajaran
1. Klasifikasi berdasarkan Bentuk dan ciri fisik
media pembelajaran Yang dikemukakan oleh Setyosari & Sihkabuden (2005)
a. Media pembelajaran dua dimensi
yaitu
media yang penampilannya tanpa menggunakan media proyeksi dan berukuran panjang
kali lebar saja serta hanya diamati dari satu arah pandangan saja.
Misalnyapeta, gambar bagan, dan semua jenis media yang hanya dilihat dari sisi
datar saja.
b. Media pembelajaran tiga dimensi
yaitu media yang penampilannya tanpa menggunakan media proyeksi danmempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi/tebal serta dapat diamati dari arahpandang mana saja. misalnya meja, kursi, mobil, rumah, gunung, dan sebagainya.
yaitu media yang penampilannya tanpa menggunakan media proyeksi danmempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi/tebal serta dapat diamati dari arahpandang mana saja. misalnya meja, kursi, mobil, rumah, gunung, dan sebagainya.
c.
Media pandang diam
yaitu
media yang menggunakan media proyeksi yang hanya menampilkan gambar diam di
layar (tidak bergerak/statis). Misalnya foto, tulisan, atau gambar binatangyang
dapat diproyeksikan.
Media
pandang gerakyaitu media yang menggunakan merdia proyeksi yang dapat menampilkan
gambar bergerak dilayar, termasuk media televisi dan video tape recorder
termasuk mediapandang gerak yang disajikan melalui layar (screen) di komputer
atau layar lainnya
2. Klasifikasi
berdasarkan pesepsi indera
Menurut Sulaiman penggolongan media pembelajaran
sebagai berikut :
a. Media audio:
media yang menghasilkan bunyi, misalnya Audio Cassette TapeRecorder, dan Radio.
b. Media visual:
media visual dua dimensi, dan media visual tiga dimensi.
c. Media
audio-visual: media yang dapat menghasilkan rupa dan suara dalam suatuunit
media. Misalnya film bersuara dan televisi.
d. Media audio
motion visual: penggunaan segala kemampuan audio dan visual kedalam kelas,
seperti televisi, video tape/cassette recorder dan sound-film.
e. Media audio still
visual: media lengkap kecuali penampilan motion/geraknya tidakada, seperti
sound-filmstrip, sound-slides, dan rekaman still pada televisi
f. Media audio
semi-motion: media yang berkemampuan menampilkan titik-titik tetapitidak bisa
menstransmit secara utuh suatu motion yang nyata. Misalnya: telewritingdan
recorded telewriting.
3. Menurut
Pengalaman yang diperoleh
Thomas secara sederhana menggolongkan media pembelajaran ke dalam tiga jenjang pengalaman, yaitu sebagai berikut.
Thomas secara sederhana menggolongkan media pembelajaran ke dalam tiga jenjang pengalaman, yaitu sebagai berikut.
a. Pengalaman
langsung (the real life experiences)
Berupa pengalaman langsung dalam suatu peristiwa (firs hands experiences) maupun mengamati kejadian atau objek sebenarnya.
Berupa pengalaman langsung dalam suatu peristiwa (firs hands experiences) maupun mengamati kejadian atau objek sebenarnya.
b. Pengalaman
tiruan (the subtitute of the real experiences)
Berupa tiruan atau model dari objek atau benda yang berwujud model tiruan, tiruandari situasi melalui dramatisasi atau sandiwara dan berbagai rekaman atau objekatau kejadian.
Berupa tiruan atau model dari objek atau benda yang berwujud model tiruan, tiruandari situasi melalui dramatisasi atau sandiwara dan berbagai rekaman atau objekatau kejadian.
c. Pengalaman dari
kata-kata (words only )
Berupa kata-kata lisan yang diucapkan, rekaman kata-kata dari media perekam dan kata-kata yang ditulis maupun dicetak
Berupa kata-kata lisan yang diucapkan, rekaman kata-kata dari media perekam dan kata-kata yang ditulis maupun dicetak
Edgar Dale dalam
bukunya “Audio Visual Methode in Teaching” mengklasifikasi mediapembelajaran
berdasarkan jenjang pengalaman yang diperoleh orang yang belajar.Dalam kerucut pengalaman Dale ini
jenjang pengalaman disusun secara urut menuruttingkat kekongkritan dan
keabstrakkannya.Pengalaman yang paling kongkrit diletakkanpada dasar kerucut
dan semakin ke puncak pengalaman yang diperoleh semakin abstrak.
4.
Menurut Penggunaannya
Menurut Gerlach dan Ely sebagai berikut
:
a. Media pembelajaran yang penggunaannya secara individual.
b. Media pembelajaran yang penggunaannya secara kelompok (misal film dan slides)
c. Media pembelajaran yang penggunaannya secara massal, misalnya televisi.
a. Media pembelajaran yang penggunaannya secara individual.
b. Media pembelajaran yang penggunaannya secara kelompok (misal film dan slides)
c. Media pembelajaran yang penggunaannya secara massal, misalnya televisi.
C. Jenis
Jenis Media Pembelajaran
Dalam buku Arief, dkk yang berjudul Media Pendidikan (Arief Sadiman, dkk,
2009:28) disebutkan beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam proses
pembelajaran, yaitu sebagai berikut :
1. Media
Visual
Seperti
halnya media yang lain, media visual berfungsi untuk menyalurkan pesan dari
sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam
simbol-simbol visual. Selain itu, fungsi media visual adalah untuk menarik
perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang
mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa media yang
termasuk media visual adalah:
a. Gambar
atau foto
Kita sering
menggunakan gambar atau foto sebagai media pembelajaran karena gambar merupakan
bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja oleh siapa
saja. Manfaat atau kelebihan gambar atau foto sebagai media pembelajaran
adalah:
·
Memberikan tampilan yang sifatnya konkrit.
·
Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
·
Gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan
pengamatan kita.
·
Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja
dan untuk tingkat usia berapa saja.
·
Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan tanpa
memerlukan peralatan khusus.
b. Sketsa
Sketsa
merupakan gambar yang merupakan draft kasar yang menyajikan bagian-bagian pokoknya
saja tanpa detail. Sketsa selain dapat menarik perhatian peserta atau siswa
juga dapat menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan.
c. Diagram
Berfungsi
sebagai penyederhana sesuatu yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian
pesan. Isi diagram pada umumnya berupa petunjuk-petunjuk. Sebagai suatu gambar
sederhana yang menggunakan garis dan simbol, diagram menggambarkan struktur
dari objeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar
komponennya atau sifat-sifat proses yang ada.
Ciri-ciri
dari sebuah diagram yang baik adalah:
·
Benar, digambar rapi, diberi judul, label dan
penjelasan penjelasan yang perlu.
·
Cukup besar dan ditempatkan strategis penyusunannya
disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan dan dari atas ke
bawah.
d.
Bagan/Chart
Terdapat dua
jenis chart yaitu chart yang menyajikan pesannya secara bertahap dan chart yang
menyajikan pesannya sekaligus. Chart yang menyajikan pesannya secara bertahap
misalnya adalah flipchart atau hidden chart, sementara bagan atau
chart yang menyajikan pesannya secara langsung misalnya bagan pohon (tree
chart), bagan alir (flow chart), atau bagan garis waktu (time
line chart). Bagan atau chart berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau
konsep-konsep yang sulit jika hanya disampaikan secara tertulis atau lisan
secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari
suatu presentasi. Dalam bagan biasanya kita menjumpai jenis media visual lain
seperti gambar, diagram, atau lambang-lambang verbal.
Ciri-ciri
bagan sebagai media yang baik adalah:
·
dapat dimengerti oleh pembaca.
·
sederhana dan lugas tidak rumit atau berbelit-belit.
·
diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap
mengikuti. perkembangan jaman juga tidak kehilangan daya tarik.
e. Grafik
Disusun
berdasarkan prinsip matematik dan menggunakan data-data komparatif, grafik
merupakan gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau
simbol-simbol verbal yang berfungsi untuk menggambarkan data kuantitatif secara
teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa
yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.
Dengan menggunakan grafik kita dapat melakukan analisis dengan cepat,
interpretasi dan perbandingan data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran,
jumlah, pertumbuhan dan arah. Terdapat beberapa macam grafik diantaranya adalah
grafik garis, grafik batang, grafik lingkaran, dan grafik gambar.
f. Kartun
Suatu gambar
interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan
secara cepat dan ringkas atau suatu sikap terhadap orang, situasi atau
kejadian-kejadian tertentu. Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang
harus disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana dengan
menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan diingat serta
dimengerti dengan cepat.
g. Poster
Poster dapat dibuat di atas kertas, kain, batang kayu, seng dan sebagainya.
Poster tidak saja penting untuk menyampaikan pesan atau kesan tertentu akan
tetapi mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang
melihatnya. Ciri-ciri poster yang baik adalah:
·
Sederhana.
·
menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan
pokok.
·
Berwarna.
·
slogan yang ringkas dan jitu.
·
ulasannya jelas.
·
motif dan desain bervariasi
h. Peta dan
Globe
Berfungsi
untuk menyajikan data-data yang berhubungan dengan lokasi suatu daerah baik
berupa keadaan alam, hasil bumi, hasil tambang atau lain sebagainya. Secara
khusus petadan globe dapat memberikan informasi tentang:
·
keadaan permukaan bumi, daratan, sungai, gunung,
lautan dan bentuk daratan serta perairan lainnya.
·
tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang
lain.
·
data-data budaya dan kemasyarakatan.
·
data-data ekonomi, hasil pertanian, industri dan
perdagangan.
i. Papan
planel
Papan
berlapis kain planel ini dapat berisi gambar atau huruf yang dapat ditempel dan
dilepas sesuai kebutuhan, gambar atau huruf tadi dapat melekat pada kain planel
karena di bagian bawahnya dilapisi kertas amplas. Papan planel merupakan media
visual yang efektif dan mudah untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada
sasaran tertentu pula.
j. Papan Buletin.
Papan ini tidak
dilapisi oleh kain planel, tetapi langsung ditempeli gambar atau tulisan. Papan
ini berfungsi untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu. Media visual
lainnya seperti gambar, poster, sketsa atau diagram dapat dipakai sebagai bahan
pembuatan papan buletin.
2.
Media Audio
Media audio adalah
jenis media yang berhubungan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan
disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang uaditif. Beberapa jenis media
yang dapat digolongkan ke dalam media audio adalah sebagai berikut:
a. Radio
Media
ini dapat merangsang partisipasi aktif dari pendengar. Siaran radio sangat
cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa. Bahkan radio juga dapat digunakan
sebagai pemberi petunjuk mengenai apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa
dalam pembelajaran.
b. Alat perekam magnetik
Alat perekam
magnetik atau tape recorder adalah salah satu media yang memiliki
peranan yang sangat penting dalam penyampaian keakuratan sebuah informasi.
Melalui media ini kita dapat merekam audio, mengulangnya dan menghapusnya.
Selain itu pita rekaman dapat diputar berulang-ulang tanpamempengaruhi volume,
sehingga dapat menimbulkan berbagai kegiatan diskusi atau dramatisasi.
3. Media
Proyeksi Diam
Beberapa media yang termasuk kedalam media proyeksi diam diantaranya
adalah:
a. Film
Bingkai
Film bingkai
adalah suatu film positif baik hitam putih ataupun berwarna yang berukuran 35
mm, dan umumnya dibingkai dengan ukuran 2 x 2 inchi. Untuk melihatnya perlu
ditayangkan dengan proyektor slide. Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai
sebagai media pembelajaran adalah:
·
materi pelajaran yang sama dapat disebarkan kepada
seluruh siswa secara serentak.
·
perhatian siswa dapat dipusatkan pada satu
persoalan,sehingga dapat menghasilkan keseragaman pengamatan.
·
Fungsi berfikir siswa dirangsang dan dikembangkan
secara bebas
·
Penyimpanannya mudah dan praktis.
·
Film bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang waktu
dan indera.
·
Program dapat dibuat dalam waktu singkat tergantung
kebutuhan dan perencanaan.
b. Film
Rangkai
Film rangkai
hampir sama dengan film bingkai, bedanya pada film rangkai frame atau gambar
tidak memerlukan bingkai dan merupakan rangkaian berurutan dari sebuah film atau
gambar tertentu. Jumlah gambar pada 1 rol film rangkai adalah sekitar 50 sampai
dengan 75 gambar dengan panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130 cm
tergantung pada isi film itu. Film rangkai dapat mempersatukan berbagai media
pembelajaran yang berbeda dalam satu rangkai sehingga cocok untuk mengajarkan
keterampilan, penyimpanannya mudah serta dapat digunakan untuk bahan belajar
kelompok atau individu.
c. OHT
Over Head
Transparancy (OHT) adalah media visual proyeksi,dibuat di atas
bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran 8,5 x 11
inchi. Media ini memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya yang dikenal
dengan sebutan Over Head Projector (OHP). Beberapa keuntungan penggunaan
OHT sebagai media pembelajaran diantaranya adalah:
·
gambar yang diproyeksikan lebih jelas bila
dibandingkan jika digambarkan di papan tulis.
·
ruangan tidak perlu digelapkan.
·
sambil mengajar, guru dapat berhadapan dengan siswa.
·
mudah dioperasikan sehingga tidak memerlukan bantuan
operator.
·
menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai
berulang-ulang.
·
praktis dapat digunakan untuk semua ukuran kelas atau
ruangan.
d. Opaque
Projektor
Projektor
yang tak tembus pandang, karena yang diproyeksikan bukan bahan transparan
tetapi bahan-bahan yang tidak tembus pandang (opaque). Kelebihan media
ini sebagai media pembelajaran adalah bahwa bahan cetak pada buku, majalah,
oto, grafis, bagan atau diagram dapat diproyeksikan secara langsung tanpa
dipindahkan ke permukaan transparansi terlebih dahulu. Kelebihan projektor tak
tembus pandang adalah:
·
dapat digunakan untuk hampir semua bidang studi yang
ada di kurikulum.
·
dapat memperbesar benda kecil menjadi sebesar papan
sehingga bahan yang semula hanya untuk individu menjadi untuk seluruh kelas.
e. Mikrofis
Mikrofis
adalah lembaran film transparan yang terdiri atas lambang-lambang visual yang
diperkecil sedemikian sehingga tidak dapat dibaca dengan mata telanjang.
Keuntungan dari media ini adalah sebagai berikut:
·
mudah diduplikasi dengan biaya relatif murah.
·
dapat diproyeksikan ke layar lebar.
·
karena dalam bentuk lembaran, ringkas, hemat tempat
dan praktis untuk dikirim.
·
memudahkan identifikasi informasi kepustakaan karena
letaknya berada di bagian atas lembaran.
4. Media
Proyeksi Gerak dan Audio Visual
Beberapa
jenis media yang masuk dalam kelompok ini adalah:
a. Film
gerak
Film gerak merupakan sebuah media pembelajaran yang sangat menarik karena
mampu mengungkapkan keindahan dan fakta bergerak dengan efek suara, gambar dan
gerak, film juga dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan. Selain
itu,beberapa keunggulan film sebagai media pembelajaran adalah:
·
keterampilan membaca atau menguasai penguasaan bahasa
yang kurang bisa diatasi dengan menggunakan film.
·
sangat tepat untuk menerangkan suatu proses.
·
dapat menyajikan teori ataupun praktek dari yang
bersifat umum ke yang bersifat khusus ataupun sebaliknya.
·
film dapat mendatangkan seorang yang ahli dan
memperdengarkan suaranya di depan kelas.
·
film dapat lebih realistis, hal-hal yang abstrak dapat
terlihat menjadi lebih jelas.
·
film juga apat merangsang motivasi kegiatan siswa.
b. Film gelang
Film gelang atau film loop adalah jenis media yang terdiri atas film
berukuran 8 mm dan 16 mm yang ujung-ujungnya saling bersambungan sehingga film
ini akan berulang terus menerus jika tidak dimatikan. Kelebihan penggunaan
media ini sebagai media pembelajaran adalah:
·
ruangan tidak perlu digelapkan.
·
dapat berputar terus berulang-ulang sehingga
pengertian.
·
yang kabur menjadi jelas.
·
mudah diintegrasikan ke dalam pelajaran dan dipakai
bersama dengan media lain.
·
siswa juga dapat menggunakannya sendiri karena
sederhana.
·
film dapat dihentikan kapan saja untuk diselingi oleh
penjelasan atau diskusi.
c. Program
TV
Televisi
merupakan media menarik dan modern karena merupakan bagian dari kebutuhan
hidupnya. Televisi dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dalam
menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur
gerak.
d. Video
Pesan yang
disajikan dalam media video dapat berupa fakta maupun fiktif, dapat bersifat
informatif, edukatif maupun instruksional. Beberapa kelebihan penggunaan media
video dalam pembelajaran adalah:
·
dengan alat perekam video sejumlah besar penonton
dapat memperoleh informasi dari para ahli.
·
demonstrasi yang sulit dapat dipersiapkan dan direkam
sebelumnya, sehingga pada waktu mengajar seorang guru dapat memusatkan
perhatian pada penyajiannya.
·
menghemat waktu karena rekaman dapat diputar ulang.
·
dapat mengamati lebih dekat dengan objek yang
berbahaya ataupun objek yang sedang bergerak.
·
ruangan tidak perlu digelapkan pada saat penyajian
5. Multimedia
Vaughan
(2004) menjelaskan bahwa multimedia adalah sembarang kombinasi yang terdiri
atas teks, seni grafik, bunyi, animasi dan video yang diterima oleh pengguna
melalui komputer. Sejalan dengan hal di atas, Heinich et al (2005) multimedia
merupakan penggabungan atau pengintegrasian dua atau lebih format media yang
berpadu seperti teks, grafik, animasi, dan video untuk membentuk aturan
informasi ke dalam sistem komputer.
Namun
kelemahan dari media ini adalah harus didukung oleh peralatan memadai seperti
LCD projektor dan adanya aliran listrik.
Keuntungan
penggunaan multimedia dalam pembelajaran diantaranya dapat meningkatkan
kemampuan siswa dalam memahami suatu konsep abstrak dengan lebih mudah, selain
itu juga penggunaan media komputer dalam bentuk multimedia dapat memberikan
kesan yang positif kepada guru karena dapat membantu guru menjelaskan isi
pelajaran kepada pelajar,menghemat waktu dan meningkatkan motivasi siswa dalam
belajar.
6.
Benda
Benda-benda yang ada
disekitar dapat digunakan pula sebagai media pembelajaran, baik benda asli
maupun benda tiruan atau miniatur. Benda-benda ini dapat membantu proses
pembelajaran dengan baik terutama jika metode yang digunakan adalah metode demonstrasi
atau praktek lapangan
DAFTAR
PUSTAKA
(02, September 2018, 20:21)
Gerlach,
Elly, ( Arsyad, Azhar. 2011:6). Mendefinisikan Media.
(02, September 2018, 20:35)
(02, September 2018, 20:46)
Komentar
Posting Komentar